Ada saat diam itu emas.
Ada masa diam meneguhkan cinta.
Ada kala diam melahirkan karya.
Ada waktu diam menguras air mata.
Ada keadaan diam menyebabkan bencana.
Segunung emas tidak akan cukup bagi orang yang serakah,
tapi sepiring nasi akan lebih dari cukup bagi yang pandai bersyukur.
Emas tak pernah menyatakan dirinya emas,
mau di atas bukit atau di dalam jurang sekalipun,
emas tetaplah emas.
Tapi ingat, emas ada juga yang palsu.





