Saya punya seorang tetangga, gadis muda Bernama Vina. Usianya kira-kira 19 tahun. Meskipun sudah lulus SMK, daya pikir Vina agaknya kurang lincah sehingga dia tidak kunjung dapat pekerjaan. Kadang kala ia tampak lazim, tapi sering kali pula terlihat bertingkah seperti bocah. Sehari-hari, Vina sesekali membantu ibunya yang menerima pesanan kue dari tetangga dan handai taulan.
Suatu hari, saya lihat Vina sedang mengetuk-ngetuk pagar rumah Bu Dini, wanita paruh baya yang masih tetangga beda RT dengannya. Dia mengetuk berulang kali dengan durasi lama, kurang lebih sudah 5 menit. Sesaat kemudian, Bu Dini membuka pintu rumah lalu disambut dengan teriakan lantang dari Vina.
.png)




