Lebah yang tak kenal lelah mengumpulkan madu sering sekali dilupakan,
tapi satu sengatan kecilnya langsung mengundang kemarahan dan kebencian.
Kupu-kupu terlalu menjadikan sang lebah sebagai euforianya.
Padahal sang lebah datang hanya sebatas fatamorgana.
Lebah tidak menghabiskan waktu untuk menjelaskan kepada lalat,
bahwa madu lebih nikmat dibandingkan kotoran.
Jadilah seperti lebah.
Ia hinggap di tempat yang baik,
memakan yang baik,
dan menghasilkan yang baik.





