Aku pernah bertemu dengan versi Tuhan yang paling sempurna menurutku.
Tuhan yang suka dengan ritualku, benci dengan orang yang kubenci, dan selalu setuju dengan pandanganku.
Aku menyembah-Nya dengan tekun. Hingga suatu hari, aku sadar: itu bukan Tuhan.
Itu diriku yang kuperbesar dan kusebut “Tuhan”.
Kita semua punya bakat menjadi pematung spiritual.
Setiap hari, tanpa sadar, memahat gambaran Tuhan sesuai keinginan kita sendiri.
Lalu kita sujud pada patung itu, berpikir kita sedang menyembah Sang Pencipta.





